Kurangi Pemasaran Tingkatkan Kualitas Produk

0
226

Produk anda terlalu banyak pengeluaran marketing dari pada produksi?

Banyak perusahaan/industri yang memproduksi produk-produk yang dijual dimana biaya produksinya biasanya hanya setengah dari harga jual di pasar atau bahkan terkadang hanya seperempat. Lalu kenapa bisa demikian mahalnya? karna marketing, iya marketing.

Perusahaan/industri ini lebih banyak mengeluarkan uang untuk memasarkan barangnya baik melalui iklan berbayar di internet dan TV ataupun melalui poster, baliho dan banner dimana – mana. Kenapa demikian? Jawabannya simpel yaitu, tanpa pemasaran yang besar produknya tidak akan bisa bersaing di pasaran.

Hmmm… inget rumah makan dan restoran yang menjamur dengan promo segudang.
Singkat kisah, di suatu kota para pebisnis sedang ramai-ramainya membuka bisnis rumah makan dan restoran, mulai dari tengah kota hingga daerah pinggiran. Untuk mendatangkan pelanggan mereka pasang promo gila-gilaan, beli satu potong ayam dapat 2 potong, beli nasi putih gratis ayam, atau beli ayam gratis nasi dan sebagainya. Berbagai macam promo di sebarkan sampai mau makan aja pusingnya seperti memilih paket data, banyak pilihannya dan banyak juga syaratnya.

1 tahun berjalan, bisnisnya berubah nama, 2 tahun berjalan bisnisnya tutup?

apakah lokasinya salah? tidak,
apakah tempatnya tidak nyaman? tidak,
apakah harganya mahal? tidak,
apakah pelayanannya buruk? tidak,

tetapi kenapa? padahal promonya gila-gilaan.

Karna PRODUK, PRODUK, PRODUK !!!
—————————————————————————

Bisnis produk dan bisnis jasa, tidak ada bisnis pemasaran.

bisnis produk -> poin penting yang harus di tekankan yaitu produk, dari segi kualitas dan segala macam standarisasi lainnya. Jangan fokus bagaimana memasarkanya, perbaikin produknya biar konsumen yang berbicara.

sebagai contoh : ” Smartphone nya keren, memang sesuai dengan iklan di TV-TV ” , konsumen akan bercerita ke temennya, share dan terus menerus. Tanpa tidak sadar mereka sudah bantu mempromosikan produk dan bisnis kamu, hasilnya jauh lebih generic daripada kamu bayar orang buat testimoni kosong.

atau

Disana makanannya enak “, meskipun tidak ada promo mereka pasti akan kembali lagi. Kalo makanannya tidak enak mau promo bagaimanapun pelanggan tidak ada yang kembali.

pemasaran tetap penting tapi secukupnya saja, jangan berlebihan. Disatu sisi merugikan dan disisi lain membuat brand/produk kita terkesan murahan dan tidak laku dipasaran.

dengan mengurangi biaya marketing secara otomatis juga membuat kamu bisa menekan harga jual, bisa sampe 1/4 penekanannya.

Nah? gimana cocok tidak ? Produk berkualitas dan harga ekonomis. Masyarakat sebalah mana yang tidak suka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here